Tidak Mencari Pemimpin Ideal Tapi Menghalangi Yang Jahat Memimpin - ProkontrA

Mewartakan Dengan Kejujuran

Breaking

Tuesday, 21 August 2018

Tidak Mencari Pemimpin Ideal Tapi Menghalangi Yang Jahat Memimpin

Prof Mahfud MD Jangan Golput dan Jangan Pilih Orang Jahat.

Tidak Mencari Pemimpin Ideal Tapi Jangan Biarkan Yang Jahat Memimpin

Tidak Mencari Pemimpin Ideal Tapi Menghalangi Yang Jahat Memimpin.Ada yang menarik dengan twit mahfud MD hari ini. Dia mengutip quote dari Franz mangnis untuk menggabarkan suasana batin yang sedang dia alami. Tahun 2014 dia menjadi ketua tim sukses prabowo-hatta. Jika mahfud MD orang yang konsisten tentu Quote yang dia kutip bukan untuk prabowo. Kecuali jika menurut anda mahfud MD ini orang yang plinplan maka quote itu bisa untuk prabowo bisa untuk jokowi atau bisa untuk siapa saja.

Menarik buat gue karena sebelumnya Mahfud MD mengatakan dia menolak di jadikan tim sukses jokowi-maaruf. Kode yang keras jika dikaitkan dengan twitnya tersebut. Menurut gue mahfud MD masih menyimpan rasa sakit. Meski berkali kali dia bilang baik baik saja. Kita mah liat gestur jempolnya saja di twitter.Doi masih merasa galau tingkat dewa. Perihnya penolakan di last minute masih terlacak jelas di akun twitnya.

Gue ga salahin mahfud MD kalo ngetwit quote frans magnis. Untuk setidaknya menyindir orang orang yang menurut dia jahat dan tidak pantas jadi pemimpin.Biasalah orang kalau lagi sakit maka ucapan ucapanya mengandung banyak kebenaran ehhh hhmm. hahaha ini emang hukum alam yang terjadi sejak zaman prasejarah.

Istana Khawatir Indonesia Rugi Jika Tetapkan Bencana Nasional

Istana Khawatir Indonesia Rugi Jika Tetapkan Bencana Nasional


Gue coba kaitkan twit galau sang profesor dengan kondisi bencana alam yang terjadi di lombok.Kemarin bahkan sampai sekarang ramai di timeline pernyataan istana bahwa mereka takut rugi, whatttt ? rugiiiii? istana rugi ? heiii itu rakyat indonesia loh yang lagi tertimpa bencana alam.
Penyataan istana takut rugi. Ini jahat loh bener bener jahat.Ada rakyat lagi menderita karena bencana alam lalu istana tidak berani memberlakukan status bencana nasional hanya karena takut rugi.
Menurut gue sangat jahat pernyataan "RUGI".Mungkin bencana alam di NTB skalanya belum memenuhi syarat bencana nasional.Tapi mengatakan istana takut rugi takut pariwisata terganggu wowww...empati simpati kepada rakyat sendiri dimana ?

Tiap hari sanggup nonton asian games.Apa susahnya sih bagi jokowi berkantor di NTB.Ini bagus loh buat momentum pilpres 2019. Pencitraan di asian games dan pencintraan di lombok menurut gue nilai jualnya NTB lebih tinggi. Kenapa gue bilang begitu? 2014 Jokowi hanya meraih 27% suara di NTB. Dengan berkantornya jokowi di NTB apalagi sampai menjadikan bencana NTB sebagai bencana nasional. Bisalah mengkerek level kesukaan orang NTB ke jokowi setidaknya naik dari 27 ke 30-40 lah.

Usil aja emangnya jokowi nonton asian games mo narget siapa sih ? pencitraan seremoni,nonton atlet dapat emas, ini mau nembak sasaran kemana ? mau jadi raja asia ? persiapan jadi sekjen PBB ? atau mau jadi presiden indonesia 2 periode ? rakyat melihat loh mentri mentri jokowi menolak status bencana nasional. Sadar tidak sadar jokowi dan timnya sedang membangun antipati rakyat pemilih 2019.

Formasi Tim Pemenangan Jokowi

Kalau gue yang jadi tim pemenang jokowi.Gue pasti sudah marah besar dan gue pecat tuh konsultan politik yang sedang dipakai. Jokowi banyak kehilangan momentum. Kita bisa lihat secara nyata perbedaan pencitraan jokowi 2014 dan jokowi 2019.Konsultan politik jokowi 2014 mengangkat tema kesederhaan kejujuran.Menggambarkan jokowi sebagai rakyat biasa yang sedang bertarung merebutkan kursi presiden. Para Pemilih merasa ada keterwakilan dirinya pada sosok jokowi. inilah yang mengalahkan prabowo.

Pilpres 2019 jokowi tidak terlihat lagi mewakili rakyat.Konsultan politik jokowi seperti kehabisan tema kampanye.Jika kondisi seperti ini maka peristiwa demi peristiwa yang terjadi dan menyedot perhatian rakyat wajib menghadirkan sosok jokowi disana. Sekalipuan sosoknya di hadirkan sebagai pahlawan kesiangan setidaknya dia ada disana gitu loh.

Formasi Tim Pemenangan Jokowi

Seharusnya Jokowi sebagai incumbent atau petahana citra yang dibangun oleh tim suksesnya adalah jokowi sebagai strong leader, bisa memecahkan masalah,memberikan solusi,mengayomi,melindungi,digambarkan sebagai presiden yang selalu simpatik dengan masalah rakyatnya sekalipun itu tidak benar ya namanya kampanye moles sana moles sini sah sah saja . Bencana NTB ini kan tidak ada unsur yang rumit seperti menurunkan nilai dolar apalagi menyiapkan 10 juta lapangan kerja.Tinggal mengajak relawannya kumpulkan sumbangan ajak mereka kerja bakti ke NTB.Berkantor lah setidaknya 3-4 hari dilombok.

Ajak awak media ramai ramai beritakan jokowi ikut mengangkat puing puing gempa,jokowi ikut mengaduk semen,jokowi ikut mendirikan tenda pengungsi atau jokowi menyuapi anak kecil korban gempa,ya kalau mau sedikit lebih heroik jokowi ikut memadamkan api di pulau bungi misalnya.
Wartakan berita semacam ini 7 hari 7 malam di seluruh channel tv pendukung jokowi pastinya minus tvone dan antv ya ga masalah dong.

Silahkan di gambarkan sosok jokowi sebagai the avangers dalam selesaikan tantangan, sherlock holmes dalam selesaikan masalah.Ingat kebohongan yang di wartakan terus menerus secara konsisten dia akan menjadi kebenaran. Wartakan berita jokowi sampai 9 bulan kedepan. Pemirsanya mungkin mabok. Tapi itu mengunci alam bawah sadar para pemilih.Percayalah dia akan coblos sosok yang dia kenal yang tiap hari dia lihat.

Gue gak sedang nyinyir loh cuma menjabarkan apa yang gue pikirkan tentang makna quote Prof Mahfud MD. Bahwa saat ini kita sedang tidak mencari pemimpin yang ideal tapi setidaknya kita berusaha untuk tidak memilih atau menghalangi orang yang jahat menjadi pemimpin kita di 2019-2024.

No comments:

Post a Comment